Shop My Favorites

Yogyakarta : Kota penuh asa dan impian

S ore itu saya mencium tangan kedua orang tua saya untuk berpamitan. Saya berpamitan untuk pergi jalan-jalan ke Yogyakarta bersama sahabat...

Sore itu saya mencium tangan kedua orang tua saya untuk berpamitan. Saya berpamitan untuk pergi jalan-jalan ke Yogyakarta bersama sahabat saya, Indah. Terlihat sedikit rasa sedih yang terpantul di mata ayah dan ibu saat itu. Walaupun kami tidak membahasnya, kami sama-sama mengerti akan antusiasme saya terhadap trip kali ini. Lima belas tahun yang lalu, Ayah saya datang ke sekolah guna bertemu wali kelas saya. Tujuan beliau ke sekolah adalah untuk membatalkan keikutsertaan saya pada tamasya kenaikan kelas ke Yogyakarta. Sesampainya di rumah, Ibu saya meminta maaf karena mereka tidak dapat memberangkatkan saya ke Yogyakarta seperti teman saya lainnya.

Saya bahkan tidak bersedih hati atau kecewa saat itu. Saya sebenarnya sudah tau hal itu akan terjadi. Sejak Ayah saya tidak bekerja karena PHK besar-besaran, saya sudah terbiasa hidup sederhana. Jalan-jalan menjadi sesuatu yang sangat mewah kala itu. Saya sekalipun tidak pernah merengek minta diajak bertamasya kepada orang tua saya. Ah, menulis hal ini membuat saya terbawa nostalgia kenangan masa kecil.

Sesampainya di Stasiun Gambir, jantung saya berdebar kencang karena perasaan bahagia saya yang meluap. Saat itu, stasiun Gambir masih dipenuhi dengan orang-orang yang ingin mudik ke kampung halaman. Hari itu memang bertepatan dengan H+3 idul fitri 1438 H. Banyak pemudik yang lalu-lalang dengan koper dan tas besar milik mereka. Mereka terlihat tak sabar ingin segera berkumpul dengan keluarga mereka di hari yang istimewa.

Mungkin saya satu-satunya orang yang memiliki alasan yang berbeda atas antusiasme terhadap Yogya malam itu. Yogyakarta yang orang-orang selalu gambarkan sebagai kota yang cantik dan budiman, kota yang kaya akan budaya dan sejarah serta kota yang penuh dengan kelezatan kulinernya akan saya temui dalam hitungan jam.
 
Di dalam kereta, saya dan sahabat tiba-tiba teringat tentang bagaimana susahnya mencari tiket kereta saat musim Lebaran. Maklumlah karyawati seperti kami suka sekali memanfaatkan libur panjang lebaran sebagai waktu untuk jalan-jalan. Resikonya adalah kami akan sulit mencari tiket kereta api karena berebutan dengan calon pemudik. Kami sengaja begadang agar saat jam berubah menjadi pukul 00:01, kami sudah siap mencari tiket kereta api secara online. Kami tahu bahwa sistem pengorderan tiket online KAI biasanya akan kacau karena ribuan orang mencari tiket pada waktu yang bersamaan.

Tetapi di lain sisi, kami juga tahu bahwa dengan menggunakan Traveloka yang merupakan partner resmi KAI, pembelian tiket kereta api yang tampaknya mustahil jadi bisa kami dapatkan dengan mudah. Kedua tiket tersebut jadi bisa kami dapatkan malam itu hanya dalam waktu 5 menit. Cepat sekali bukan? Hal ini karena adanya fitur passenger quick pick yang membuat customer dapat menyelesaikan pemesanan tiket kereta api lebih cepat. Dengan fitur tersebut, data pelanggan telah disimpan sebelumnya. Sehingga, proses pemesanan dapat dipangkas lebih cepat tanpa perlu repot-repot mengisi identitas kembali. Selain itu keuntungan lainnya di traveloka adalah kalian masih bisa booking tiket kereta api 3 jam sebelum keberangkatan. 

Selain keuntungan-keuntungan yang telah saya sebutkan di atas, Traveloka juga memiliki beberapa keunggulan lainnya. 

  • Proses check-in yang mudah. Kalian hanya perlu scan barcode di e-ticket milik kalian saat kalian ingin mencetak boarding pass.
  • Harga yang lebih murah. Dengan berlangganan newsletter dan menjadi member Traveloka, kalian bisa mendapatkan berbagai macam diskon.
  • Banyaknya opsi pembayaran. Mau internet banking, mau credit card atau mau transfer? Semua bisa! Gag bakal ada drama pemesanan kalian batal karena kalian susah dalam melakukan proses pembayaran.
  • Jadwal kereta paling lengkap. Kalian dapat memilih jadwal kereta api yang paling menguntungkan dan paling sesuai dengan preference kalian.
  • Transaksi yang aman dan nyaman karena dilindungi oleh RapidSSL authorized technology. Selain itu semua transaksi yang telah kalian lakukan akan segera diemail oleh Traveloka ke email yang sudah terdaftar.
Intinya saya sangat merekomendasikan Traveloka dalam pembelian tiket kereta api kepada kalian semua pembaca setia blog saya. Buat apa cari yang lain kalau dengan Traveloka, liburan kalian akan lebih mudah terlaksana. Ya gak? 

Setelah puas merekap ulang itinerary dan bergosip di dalam kereta, teman saya akhirnya terlelap tidur. Tapi tidak dengan saya. Kereta Taksaka yang membawa kami tak dapat melaju lebih cepat dari yang saya inginkan. Saya sungguh tak sabar ingin segera sampai tujuan. Mata saya tak dapat terpejam karena saya terlalu bersemangat. Saya akhirnya malah sibuk mengabadikan setiap stasiun kereta yang saya singgahi melalui instagram stories hehehe.

Pukul 5 pagi akhirnya saya sampai di Stasiun Yogyakarta. Wohooo! Yogya, I finally meet you! Bismillah! Walaupun saya tidak tidur selama di perjalanan, hal ini tidak menyurutkan semangat saya  untuk menjelajahi Yogyakarta. Ayo kita explore Yogya!

Day 1

Kami memulai hari pertama kami di Yogyakarta dengan sarapan gudeg. Yep! Full on Yogya experience sejak menit pertama menginjakkan kaki di kota pelajar ini. Setelah sarapan, kami mengunjungi candi Prambanan. Candi yang teman sekelas saya telah kunjungi 15 tahun yang lalu. Teriknya matahari Yogya tak menyurutkan semangat kami berkeliling kawasan candi. Pada sore hari, kami pergi ke penginapan yang telah kami pesan di daerah Malioboro. Setelah berisitirahat, kami meng-explore kawasan Malioboro dan  memutuskan untuk makan malam bakmi jawa yang antriannya mengular sampai 1,5 jam. Setelah puas berkeliling Malioboro, kami segera kembali ke penginapan untuk beristirahat karena jadwal hari kedua akan lebih padat.

Day 2

Hari kedua, kami bangun pukul 5 pagi karena kami akan pergi ke kawasan Kali Urang pada pukul 6 pagi. Pengurus penginapan menyapa kami pagi itu dan bertanya mengenai sarapan kami. Kami terpaksa menolaknya karena mobil yang kami sewa telah sampai di depan penginapan. Berhubung kami berdua adalah penikmat museum, maka hari itu kami berdua mengunjungi Museum Ullen Sentalu, Museum Gunung Api dan Museum Affandi. Sepulang dari ketiga museum tersebut, kami memutuskan untuk tidak keluar penginapan di malam hari karena kami sedikit lelah. Kami memilih untuk berkumpul dan mengobrol di ruang belakang dengan penjaga penginapan dan tamu lainnya sampai tengah malam.

Day 3

Hari ketiga merupakan hari terakhir kami di Yogyakarta. Kami akan mengunjungi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Museum Vredeburg, berbelanja batik serta mencari sate klathak untuk makan siang. Ada perasaan sedih di hati kami hari itu karena ini merupakan hari terakhir trip kami. Pukul 5 sore, kami harus kembali ke penginapan dan bersiap kembali ke stasiun Yogyakarta.

Ah, hati saya sangat berat meninggalkan kota ini. Dengan langkah lunglai, saya masuk ke dalam kereta Taksaka yang akan membawa saya kembali ke Jakarta. Saya berjanji akan segera datang kembali ke Yogyakarta dan meng-explore tempat-tempat lainnya. Ada banyak sekali tempat yang belum saya kunjungi dan ada banyak sekali panganan yang belum saya rasakan di Yogyakarta.
Liburan kali ini sungguh berkesan untuk saya pribadi. Saya akhirnya jadi bisa menginjakkan kedua kaki saya di Yogyakarta, si kota impian. Terima kasih Traveloka for making it happen! Dengan Traveloka terbukti semuanya #JadiBisa.  

Tak lupa special thanks to my Girl, Indah yang selalu menjadi teman terbaik setiap traveling. Next kita kemana lagi, Ndah? Online tengah malam untuk  membeli tiket kereta lagi, yes? Gag perlu khawatir selama ada Traveloka! 

photo sign_zpsqaqyukse.png

You Might Also Like

12 comments

  1. Traveloka dulu, liburan kemudian hehe

    Hari kedua tour museum yang keren-keren sepertinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. tag line yang bagus itu :D iya mas, keren banget museumnya esp Ullen Sentalu! wajib banget didatangi.

      Delete
  2. Eh gue belum pernah ke Ullen Sentalu, kyknya seru deh! huft deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuuu banget. Bagus banget ih museumnya. Kataku sih itu museum terbagus deh di Indonesia.

      Delete
  3. Wah ada fitur quick pick jadi keren ini Traveloka. Soalnya kalau langsung pakai web KAI harus isi manual setiap pembelian, sama jg ketika pakai aplikasi KAI Access.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih mas? Wow. Berarti traveloka lebih keren yah. Lumayan bgt ngirit waktu, jadi bisa sigap beli tiket cepet-cepetan lol

      Delete
  4. Thankyou for visit Jogja Mbak! If you comes to Jogja again please visit beach at Gunung Kidul, Enjoying Merapi Tour and maybe live in at Agroturism at Sleman. See you at Jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah itu apa yang di Sleman. Kayaknya seruuuuu banget. Insya Allah yah segera. Thank you for the recommendation~

      Delete
  5. memang seru banget ya traveling bisa praktis untuk urusan akomodasi.

    ReplyDelete
  6. Sayang ya di Sulawesi belum ada kereta api. Semoga lekas ada.

    ReplyDelete

instagram